Berita Peristiwa
Beranda / Peristiwa / Satgas Pangan Turun ke Blora, 4.100 Ton Jagung Dicek dari Tiga Gudang

Satgas Pangan Turun ke Blora, 4.100 Ton Jagung Dicek dari Tiga Gudang

Tim Satgas Pangan Mabes Polri, Kementerian Pertanian dan jajaran terkait mengecek tiga gudang jagung di Blora. (Foto: Dok. Polres Blora)

Cepuraya.id, Blora – Stok jagung di Kabupaten Blora mendapat pengawasan langsung dari Tim Satgas Pangan Bareskrim Mabes Polri bersama Kementerian Pertanian RI dan sejumlah instansi terkait. Tiga gudang jagung didatangi untuk memastikan ketersediaan komoditas, memantau harga pembelian dari petani serta memastikan tidak ada praktik penimbunan.

Dari pemantauan yang berlangsung Rabu (30/9/2026), sedikitnya tercatat sekitar 4.100 ton jagung berada di tiga gudang yang diperiksa. Ketiga lokasi tersebut yakni UD Sumber Tani di Desa Tempel, CV Tani Jaya di Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, serta PT Angkasa di Jalan Blora-Randublatung, Desa Kamolan.

Kapolres Blora, AKBP Inggal Widya Perdana, melalui Tim Satgas Pangan Polres Blora, Ipda Iwan Nugroho, mengatakan pengecekan dilakukan untuk mengetahui kondisi riil stok jagung di lapangan sekaligus mencegah terjadinya penimbunan.

“Kami bersama tim melakukan pemantauan langsung terhadap stok jagung untuk memastikan ketersediaannya tetap aman dan tidak ada penimbunan yang dapat mengganggu distribusi,” ujar Ipda Iwan.

Pemantauan tersebut juga diarahkan untuk melihat pergerakan harga jagung di tingkat pelaku usaha. Selain mengecek jumlah komoditas yang tersimpan, tim menggali informasi mengenai harga pembelian dari petani, proses pengeringan dan tujuan pemasaran jagung.

Gus Yaqut Sebut Keterangan Saksi KPK Bohong

“Kami juga mengimbau kepada para pelaku usaha agar menjual komoditas sesuai ketentuan HET dan tidak melakukan penimbunan. Jagung yang ada harus tetap bergerak dalam rantai distribusi,” katanya.

Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Tim terlebih dahulu mendatangi Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Blora untuk melakukan koordinasi sebelum bergerak menuju lokasi gudang yang menjadi sasaran pemantauan.

Sekitar pukul 08.30 WIB, tim tiba di UD Sumber Tani, Desa Tempel, Kecamatan Jepon. Pemeriksaan berlangsung hingga pukul 10.15 WIB dengan melihat langsung stok yang tersimpan sekaligus melakukan wawancara dengan pengelola gudang.

UD Sumber Tani memiliki kapasitas penyimpanan sekitar 2.000 ton. Saat dilakukan pengecekan, stok jagung yang berada di dalam gudang tercatat sekitar 800 ton.

Jagung yang masuk ke gudang tersebut dikeringkan melalui dua cara, yakni menggunakan oven dan metode manual. Komoditas dibeli dari petani dengan kisaran harga Rp6.500 hingga Rp6.800 per kilogram.

Satlantas Blora Terima Aduan Pelajar SMP Bawa Motor, Sekolah dan Wali Murid Akan Dipanggil

Setelah melalui proses pengeringan, jagung dipasarkan kepada sejumlah pembeli, di antaranya kelompok atau mitra di wilayah Demak untuk kebutuhan pakan ternak. Ketersediaan jagung disebut tetap ada, sedangkan harga dapat berubah mengikuti perkembangan harga dari pabrik dan kondisi pasar.

Sekitar pukul 10.26 WIB, tim bergeser menuju CV Tani Jaya di Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon. Di lokasi kedua ini, tim kembali melakukan pengecekan terhadap jumlah stok dan menggali informasi mengenai pola pembelian serta distribusi jagung.

CV Tani Jaya memiliki kapasitas gudang sekitar 3.000 ton. Saat pemeriksaan berlangsung, stok jagung yang tersedia mencapai sekitar 1.000 ton.

Jagung di gudang tersebut juga melalui proses pengeringan dengan oven maupun secara manual. Harga pembelian dari petani berada pada kisaran Rp6.500 sampai Rp6.800 per kilogram.

Untuk pemasaran, jagung dari CV Tani Jaya dikirim ke wilayah Semarang dan Cilacap. Pengelola menyampaikan bahwa perubahan harga dipengaruhi oleh perkembangan harga dari pabrik sehingga pelaku usaha juga memperhatikan kondisi pasar sebelum melakukan transaksi.

Dari Pesantren Al Furqon ke Panggung Nasional, Kisah Dua Bersaudara Rembang Ukir Prestasi di MTQN

“Dari hasil pengecekan di lokasi kedua, stok juga masih tersedia. Tidak hanya jumlah stok, kami melihat bagaimana jagung tersebut diperoleh dari petani dan ke mana distribusinya,” jelas Ipda Iwan.

Perjalanan pemantauan kemudian berlanjut ke lokasi ketiga, yakni PT Angkasa di Jalan Blora-Randublatung, Desa Kamolan. Tim tiba sekitar pukul 11.48 WIB dan melakukan pemeriksaan terhadap stok jagung yang tersimpan di gudang perusahaan.

PT Angkasa mempunyai kapasitas gudang sekitar 6.000 ton. Hasil pemeriksaan mencatat stok kategori fit sekitar 900 ton dan stok kategori food sekitar 1.400 ton.

Jika digabungkan dengan dua gudang sebelumnya, stok yang terdata dari tiga lokasi mencapai sekitar 4.100 ton. Rinciannya terdiri atas 800 ton di UD Sumber Tani, 1.000 ton di CV Tani Jaya dan 2.300 ton di PT Angkasa.

Di PT Angkasa, jagung juga dikeringkan menggunakan oven dan secara manual. Harga pembelian jagung dari petani masih berada pada rentang Rp6.500 hingga Rp6.800 per kilogram.

Komoditas tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah wilayah dan pengguna, antara lain Cirebon, Solo serta sektor peternakan. Distribusi tersebut menjadi bagian yang ikut dipantau untuk memastikan stok yang tersimpan tidak berhenti tanpa alasan yang jelas.

“Dari tiga gudang yang kami cek, tidak ditemukan adanya penimbunan stok jagung. Stok masih ada dan distribusi tetap berjalan,” tegas Ipda Iwan.

Tim Satgas Pangan Mabes Polri, Kementerian Pertanian dan jajaran terkait mengecek tiga gudang jagung di Blora. (Foto: Dok. Polres Blora)

Hasil pemantauan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pasokan jagung di Blora masih dalam kondisi tersedia. Apalagi, Kabupaten Blora saat ini memasuki musim panen jagung sehingga pasokan dari petani masih terus masuk ke jalur perdagangan.

“Stok di gudang masih aman dan tidak ditemukan kelangkaan. Saat ini Kabupaten Blora juga sedang memasuki musim panen jagung,” ungkapnya.

Meski demikian, harga jagung belum sepenuhnya stabil. Berdasarkan hasil wawancara di sejumlah gudang, harga pembelian dari petani berada pada kisaran Rp6.500 hingga Rp6.800 per kilogram.

Fluktuasi harga disebut berkaitan dengan perkembangan harga dari pabrik. Pelaku usaha dan pembeli juga sama-sama menunggu perkembangan harga sebelum menentukan transaksi.

“Kondisi harga masih fluktuatif. Harga mengikuti perkembangan dari pabrik dan pelaku usaha juga mempertimbangkan harga pasar sebelum melakukan pembelian atau penjualan,” kata Ipda Iwan.

Pemantauan tersebut melibatkan unsur lintas sektor. Tim yang turun ke lapangan terdiri atas Satgas Pangan Bareskrim Mabes Polri, Kementerian Pertanian RI, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah, Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah, Satgas Pangan Polres Blora, Bapanas, Bulog serta Dinas Pertanian Kabupaten Blora.

Tim Satgas Pangan Mabes Polri dipimpin Kombespol Egy Andrian Suez, S.H., S.I.K., M.H., bersama Ipda Farrel Leondy, S.Tr.K. Dari Kementerian Pertanian RI hadir Maya Puspita Sari, S.E., M.Agr., Riza Imam, Sasa dan Agatha.

Sementara Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah melibatkan Nur Sita Dewi, Dewi Sulistiyani, Triman dan Ika Cahya. Ditreskrimsus Polda Jateng turut menurunkan AKP Supriyono, S.H., M.H., Aiptu M. Fathoni, S.H., M.H., Aipda Andri Cahyo Setyawan, S.H., serta Briptu Rifki Ardian Febrianto, S.H.

Dari Satgas Pangan Polres Blora hadir AKP Zaenul Arifin, S.H., M.H., Ipda Iwan Nugroho, S.H., Briptu Alfian Saski dan Bripda Yosie Setya P. Bapanas diwakili Bu Mila, sedangkan Bulog diwakili Agus Sukowihono selaku Kabulog.

Dinas Pertanian Kabupaten Blora turut terlibat melalui Sekdin Dinas Pertanian Lilik bersama Joko. Kehadiran lintas instansi tersebut menunjukkan pemantauan dilakukan tidak hanya dari sisi keamanan pangan, tetapi juga menyangkut produksi, perdagangan dan distribusi.

Ipda Iwan mengatakan pengawasan terhadap komoditas jagung tetap diperlukan untuk menjaga agar pasokan di lapangan tidak terganggu. Pemeriksaan secara langsung juga dinilai penting untuk memperoleh data faktual mengenai kondisi stok di tingkat gudang.

“Pemantauan seperti ini akan terus menjadi bagian dari pengawasan bersama. Kami memastikan stok tersedia, distribusi berjalan dan tidak ada praktik penimbunan yang dapat mengganggu kondisi pasar,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan selesai sekitar pukul 12.30 WIB. Pemantauan berlangsung aman dan kondusif, dengan hasil pemeriksaan menunjukkan stok jagung di tiga gudang masih tersedia dan tidak ditemukan adanya penimbunan.

Di tengah musim panen jagung, kondisi stok tersebut menjadi perhatian pemerintah dan aparat terkait. Pengawasan terhadap harga, ketersediaan dan distribusi tetap dilakukan untuk memastikan komoditas dari petani dapat terserap dan kebutuhan pengguna jagung tetap terpenuhi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Gus Yaqut Sebut Keterangan Saksi KPK Bohong

AI dan Digital Marketing: Bagaimana Teknologi Mengubah Strategi Bisnis