Cepuraya.id, Blora – Sebanyak 136 mahasiswa PEM Akamigas yang berasal dari luar Pulau Jawa menjalani skrining malaria. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan menjaga status eliminasi malaria di Jawa Tengah sekaligus mengantisipasi masuknya kasus dari daerah endemis.
Kegiatan sosialisasi dan skrining malaria tersebut digelar di Aula Kuda Laut PEM Akamigas, Cepu, Kabupaten Blora, Senin (28/9/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari pencegahan dan pengendalian penyakit menular melalui surveilans migrasi. Langkah ini dilakukan karena Blora menjadi salah satu daerah tujuan pendidikan yang dihuni pendatang dari berbagai wilayah, termasuk daerah yang masih memiliki risiko malaria.
Tim medis PEM Akamigas menyebut 136 mahasiswa yang mengikuti skrining berasal dari berbagai program studi dan tingkat pendidikan.
“Ada 136 mahasiswa luar Jawa yang ikut skrining,” kata drg. Sari Heitiningtyas, tim medis PEM Akamigas.
Pemeriksaan dilakukan melalui skrining darah untuk mendeteksi kemungkinan adanya parasit malaria. Selain pemeriksaan, mahasiswa juga mendapatkan edukasi mengenai bahaya malaria, cara penularan hingga langkah pencegahannya.
Materi yang diberikan mengangkat tema surveilans migrasi malaria sebagai strategi mempertahankan eliminasi malaria.
Penanggung Jawab Program Malaria Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Tri Dewi Kristi, mengatakan mobilitas penduduk menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam upaya mempertahankan eliminasi malaria.
“Surveilans migrasi menjadi strategi kunci,” ujar Tri Dewi Kristi.
Menurutnya, pemeriksaan terhadap warga atau mahasiswa yang datang dari wilayah endemis dapat membantu menemukan kasus sejak dini. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari pencegahan agar kasus dari luar daerah tidak berkembang menjadi penularan lokal.
Kegiatan di PEM Akamigas juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pencegahan malaria, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan tempat tinggal.
“Semoga skrining ini menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk lebih aware terhadap kesehatan diri dan pencegahan malaria,” kata Sari.
Mahasiswa yang tinggal di asrama maupun lingkungan kampus menjadi bagian dari sasaran edukasi karena aktivitas dan mobilitas penduduk dapat menjadi perhatian dalam pengawasan malaria.
Kolaborasi dalam kegiatan tersebut melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora, dan PEM Akamigas.
Sinergi lintas lembaga itu diarahkan untuk memperkuat pemantauan terhadap kemungkinan malaria impor atau imported case dari wilayah yang masih memiliki kasus malaria.
Upaya tersebut sekaligus mendukung pemeliharaan status eliminasi malaria di Jawa Tengah. Pemeriksaan terhadap pendatang dari daerah berisiko menjadi salah satu langkah deteksi dini sehingga potensi kasus dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.
Dengan kegiatan skrining dan edukasi tersebut, lingkungan kampus PEM Akamigas di Cepu diharapkan tetap menjadi bagian dari upaya menjaga wilayah Blora dan Jawa Tengah dari penularan malaria.

Komentar